Dari Email Turun Ke Ranjang – 2

*Dari bagian 1*

“Sshh.. ohh.. Rio.. sshh” Mbak Lilis mendesah menahan rasa nikmat.
Aku tak peduli. Lidahku terus menjelajahi puting dan payudaranya secara
bergantian. Kiri.. kanan.. kiri.. kanan.. sementara kedua tanganku tak
henti-henti meremasnya.
“Sshh.. Riioo” tiba-tiba Mbak Lilis bangkit dan memeluk tubuhku erat
sekali. Hmm.. payudaranya yang hangat pun menempel ketat di dadaku.
Nikmat sekali. Mbak Lilis mendesah panjang sambil membenamkan wajahnya
di bahuku. Aku mengangkat kepala wanita itu dari bahuku.
“Kenapa Mbak?” tanyaku setengah berbisik.
Mbak Lilis tersenyum agak tersipu, lantas menggeleng. Kedua tangannya
yang lembut membelai pipiku. Lanjutkan membaca

Dari Email Turun Ke Ranjang – 1

Namaku Rio. Beberapa pembaca mungkin sudah pernah membaca pengalamanku
yang kutuangkan di situs ini. Semenjak pengalamanku dimuat, aku jadi
kebanjiran email. Dari sekian banyak email-email itu, ada satu email
yang dikirim dari seorang ibu yang usianya dia sebut 52 tahun. Untuk
menyembunyikan identitasnya, sebut saja namanya Lilis. Aku memanggilnya
dengan sebutan Mbak, jadi Mbak Lilis.
Lanjutkan membaca

Cumbuan Sang Pejantan Tangguh – 3

Pagi itu aku terbangun sekitar jam 05:45, dan aku merasa seluruh badanku
sangat pegal dan linu. Setelah beberapa saat mengembalikan kesadaran,
aku kembali teringat tentang malam hebat yang baru saja aku lalui.
Bahkan saat malam pertama bersama suami dulu pun aku tidak merasakan
kepuasan yang teramat sangat seperti ini. Bulu kudukku meremang saat
mengingat tiap detik kejadian tadi malam. Lalu aku mencoba bangkit untuk
duduk, tapi badanku tertahan.
Saat kuperhatikan, ternyata badanku tertahan oleh kedua lengan Hasan.
Tangan kanannya menjadi bantal untuk kepalaku dan sedang menggenggam
lemah salah satu payudaraku, sementara tangan kirinya melingkar di
pinggang dengan telapak tangan terjepit di antara kedua belah pahaku.
Lalu aku merasakan hembusan nafas hangat yang halus di tengkukku, lalu
aku menolehkan kepala sedikit. Aku melihat wajah Hasan yang sedang
tertidur tenang di sampingku, wajah itu seperti sedang tersenyum puas.
Siapa pun akan berwajah seperti itu jika habis ML, batinku.

Lanjutkan membaca

Cumbuan Sang Pejantan Tangguh – 2

*Dari Bagian 1*

Saat aku sampai di depan pintu kamar kostnya yang terbuka, aku terdiam
sejenak. Keraguan besar mendadak menyerangku, dan itu ternyata ditangkap
oleh Hasan. Dengan tenang dia menangkap bahuku dari belakang dan dengan
pelan dia mendorongku masuk ke dalam. Setelah menutup pintu dan
menguncinya, lalu tangannya turun ke pinggulku dan kemudian memutar
tubuhku sehingga kini kami saling berhadapan untuk pertama kalinya sejak
dari kolam renang.

Lanjutkan membaca

Chatting Membawa Nikmat

Nama saya Agus, umur 22 tahun. Cerita ini bermula dari chatting. Suatu malam karena saya merasa suntuk dan bosan, lalu saya hidupkan komputer dan mulai chatting. Iseng-iseng saya klik sebuah nama dan kami mulai pengenalan diri masing-masing. Singkat kata kami janjian ketemu di suatu tempat, dan dia bilang dia memakai pakaian putih dan bawahnya jeans. Besoknya kami ketemu dan ternyata itu teman ibu saya. Gila! langsung saja saya maunya menghindar tapi keburu dia menyapa duluan, ya sudah terpaksa deh dengan muka tebal dan sedikit merah menyapa balik. Lanjutkan membaca

Cerita Lain Tentang Sang Pejantan Tangguh – 2

*Dari Bagian 1*

Lalu dengan tenang Hasan membersihkan cairan kenikmatan yang masih terus
mengalir keluar dari liang senggamaku, sementara aku masih menetralisir
aliran nafasku yang tersengal-sengal setelah mencapai puncak orgasme
yang luar biasa. Rasanya seluruh tubuhku remuk dan pegal, kemudian Hasan
pamit ke kamar mandi untuk berkumur sebentar.

Beberapa saat kemudian dia kembali sudah dalam keadaan telanjang bulat
dan langsung berdiri di samping kepalaku dengan batang kejantanannya
berdiri tegak menantang ke arahku. Aku merinding melihat besarnya batang
pelir milik Hasan dan saat membayangkan bagaimana rasanya saat batang
kontol yang besar itu memasuki liang vaginaku. Hasrat yang sempat turun
itu mulai naik lagi. Saat tanganku hendak memegangnya, Hasan bergerak
mundur hingga membuatku menjadi bingung.
Lanjutkan membaca

Cerita Lain Tentang Sang Pejantan Tangguh – 1

Karena periode datang bulanku dan kepulangan suamiku dari tempatnya bekerja, membuat hubunganku dengan Hasan agak terganggu. Praktis selama dua minggu lebih kami tidak melakukan pertemuan sejak hubungan seks pertama yang kami lakukan. Memang pernah sekali dia datang ke rumahku tapi itu hanya untuk menemani Tita adikku yang juga pacarnya. Selama dua minggu itu, aku selalu terbayang-bayang bagaimana perkasanya Hasan saat sedang mencumbuku malam itu, bahkan saat sedang bercinta dengan suamiku, yang kubayangkan saat sedang memasukkan batang kejantanannya ke liang senggamaku adalah Hasan. Lanjutkan membaca